Senin, 13 Januari 2020

Tata Nama Simplisia


Dalam ketentuan umum farmakope Indonesia disebutkan bahwa nama simplisia ditulis dengan menyebutkan nama genus nya atau species nama tanaman,diikuti nama bagian tanaman yang digunakan.contoh:
1.Genus + nama bagian tanaman =Chinchonae Cortex,Digitalis Folium
2.Petunjuk species + nama bagian tanaman=Belladonae Herba,Ipecacuanhae Radix
3.Genus +petunjuk species + nama bagian tanaman=Curcumae aeruginosae Rhizoma.

Pemalsuan dan Penurunan Mutu Simplisia


      Pemalsuan umumnya dilakukan secara sengaja, sedangkan penurunan mutu mungkin dilakukan secara tidak sengaja.
            Simplisia dianggap bermutu rendah jika tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan, khususnya persyaratan kadar. Mutu yang rendah dapat disebabkan oleh tanaman asal, cara panen dan pengeringan yang salah, disimpan terlalu lama, dan pengaruh kelembapan, panas, atau penyulingan.
            Simplisia dianggap rusak jika oleh sebab tertentu, keadaannya tidak lagi memenuhi syarat, misalnya menjadi basah oleh air laut atau tercampur minyak pelumas waktu diangkut dengan kapal.
            Simplisia dinyatakn bulukan jika kualitasnya turun karena dirusak oleh bakteri, cendawan, atau serangga.
            Simplisia dinyatakan tercampur jika secara tidak sengaja terdapat bersama-sama dengan bahan-bahan atau bagian tanaman lain. Sebagai contoh, kuncup cengkeh tercampur dengan tangkai cengkeh; daun sena tercampur dengan tangkai daun sena.
            Simplisia dianggap dipalsukan jika secara sengaja diganti, diolah, atau ditambah bahan lain yang tidak semestinya. Sebagai contoh, minyak zaitun diganti minyak biji kapas, tetapi tetap dijual dengan nama minyak zaitun; tepung jahe ditambah pati terigu agar bobotnya bertambah, ditambah serbuk cabe agar tetap berasa pedas, dan ditambah serbuk temulawak agar warnanya tampak seperti keadaan semula.

Beberapa Istilah Tentang Kegunaan Simplisia Dan Nama Penyakit.

1.     Amara             : menambah nafsu makan
2.     Analgetika       : mengurangi rasa nyeri
3.     Anhidrotika     : mengurangi keluarnya keringat
4.     Antelmintika    : membasmi cacing dari dalam tubuh manusia
5.     Ekspektoransia : mengurangi batuk berdahak
6.     Emenagoga       : memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid
7.     Emetika            : menyebabkan muntah
8.     Karminativa      : mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia
9.     Kardiaka          : untuk jantung
10. Kardiotonika    : untuk penguat kerja jantung

Pengertian farmakognosi

Farmakognosi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Pharmacon yang berarti obat dan gnosis yang berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi farmakogn...